Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta) — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mengikuti perkembangan teknologi di era digital, MTsN 29 Jakarta mulai menerapkan sistem absensi digital berbasis aplikasi Skul.id sejak September 2025. Penerapan sistem ini menjadi bagian dari transformasi digital madrasah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran, aktivitas belajar, serta komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Melalui aplikasi Skul.id, proses presensi kini dilakukan secara digital dengan sistem berbasis lokasi (GPS) dan pengenalan wajah (face recognition) sehingga kehadiran siswa maupun guru dapat tercatat dengan lebih akurat, transparan, dan real-time. Selain presensi, aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur lain seperti pengajuan izin, manajemen tugas, kelas virtual, pemantauan nilai, hingga monitoring kehadiran oleh orang tua secara langsung.
Kepala MTsN 29 Jakarta, Dr. Syamsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa penerapan sistem digital ini merupakan langkah strategis madrasah dalam meningkatkan tata kelola pendidikan yang lebih modern dan efisien. “Transformasi digital di lingkungan madrasah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Melalui penggunaan aplikasi Skul.id, kami ingin memastikan bahwa proses administrasi pendidikan, khususnya presensi siswa dan guru, dapat berjalan lebih transparan, akurat, serta mudah dipantau oleh seluruh pihak, termasuk orang tua. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kedisiplinan sekaligus kualitas layanan pendidikan di MTsN 29 Jakarta,” ujar Dr. Syamsudin, M.Pd.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus penanggung jawab program, Frans Mustafa, S.Pd., menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya mempermudah pencatatan kehadiran, tetapi juga mendukung pengelolaan aktivitas belajar siswa secara lebih terintegrasi.
“Dengan Skul.id, presensi siswa tidak lagi dilakukan secara manual. Sistem berbasis lokasi dan pengenalan wajah membuat data kehadiran lebih valid dan minim kesalahan. Selain itu, siswa dapat melihat jadwal pelajaran, tugas, dan aktivitas belajar melalui satu aplikasi. Guru juga dapat melakukan presensi, mengajukan izin, serta melihat jadwal kegiatan mengajar dengan lebih praktis,” jelas Frans Mustafa.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Munirah, S.Kom. selaku operator absensi digital menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar mudah digunakan oleh seluruh siswa MTsN 29 Jakarta. “Aplikasi Skul.id memiliki berbagai fitur yang sangat membantu kegiatan pembelajaran. Presensi dilakukan menggunakan verifikasi lokasi dan wajah sehingga lebih aman dan akurat. Selain itu terdapat fitur pengajuan izin, manajemen tugas, kelas virtual, serta pemantauan kehadiran dan nilai siswa secara real-time oleh orang tua. Dengan sistem ini, orang tua dapat lebih mudah memantau perkembangan dan kedisiplinan anaknya di sekolah,” ungkap Munirah, S.Kom.
Penerapan sistem ini juga mendapatkan respon positif dari para peserta didik. Banyak siswa merasa bahwa penggunaan aplikasi Skul.id memudahkan mereka dalam mengakses informasi akademik.
Salah satu siswa Sabrina Adzani Khairunnisa kelas VIII.2 menyampaikan bahwa aplikasi ini membuat proses presensi menjadi lebih praktis dan modern. “Sekarang presensi jadi lebih mudah karena cukup lewat aplikasi di handphone. Kami juga bisa langsung melihat jadwal pelajaran, tugas, dan nilai. Orang tua juga bisa memantau kehadiran kami di sekolah, jadi semuanya terasa lebih tertata,”
Dengan penerapan absensi digital Skul.id, MTsN 29 Jakarta berharap dapat terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen madrasah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan generasi digital.
