Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta Timur) — Dalam upaya meningkatkan budaya literasi dan profesionalisme guru, MTsN 29 Jakarta Timur menyelenggarakan Pelatihan Menulis Buku dengan tema “Satu Guru Satu Buku”. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ibu Intan Irawati, seorang penulis buku sekaligus guru madrasah berprestasi.

Pelatihan yang berlangsung di MTsN 29 Jakarta Timur ini diikuti oleh seluruh dewan guru. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai tahapan menulis buku, mulai dari menentukan ide, menyusun kerangka tulisan, teknik menulis populer, hingga proses penerbitan buku.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Intan Irawati membagikan pengalaman dan kiat-kiatnya dalam menulis serta menerbitkan buku sebagai seorang guru madrasah. Ia juga menekankan bahwa setiap guru memiliki pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik dalam pembelajaran yang berharga untuk dituangkan menjadi sebuah karya.

Menurutnya, menulis buku tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Pengalaman sederhana selama mengajar, metode pembelajaran yang berhasil diterapkan, maupun berbagai tantangan yang dihadapi guru di kelas dapat menjadi ide yang bernilai apabila dituangkan dalam sebuah tulisan.

Kepala MTsN 29 Jakarta Timur, Dr. Syamsudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap program “Satu Guru Satu Buku” dapat mendorong guru-guru MTsN 29 Jakarta Timur untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga memberikan kontribusi dan inspirasi bagi dunia pendidikan madrasah di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Mutu, Satya Wicaksono, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya menulis di lingkungan madrasah. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki guru akan memiliki nilai yang lebih luas ketika didokumentasikan dalam bentuk karya tulis.

“Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat diwariskan melalui tulisan. Melalui program ini, kami ingin mendorong setiap guru untuk mulai berani menulis dan menghasilkan karya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, program “Satu Guru Satu Buku” diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya karya-karya guru MTsN 29 Jakarta Timur. Setiap pengalaman di ruang kelas, setiap pembelajaran yang diterapkan, dan setiap cerita dalam perjalanan mendidik dapat menjadi sebuah karya yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui kegiatan ini, budaya literasi diharapkan tidak hanya tumbuh di kalangan peserta didik, tetapi juga semakin kuat di kalangan pendidik. Dari guru yang menulis, lahir karya; dari karya, lahir inspirasi; dan dari inspirasi, tumbuh pendidikan yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *