Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta Timur) — MTs Negeri 29 Jakarta Timur turut berpartisipasi dalam Survei Nasional Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat KSKK Madrasah. Pelaksanaan survei dilakukan melalui platform digital SAHABAT KBC (Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi Kurikulum Berbasis Cinta) yang mulai dilaksanakan pada 12 Oktober 2026.
Survei nasional ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah secara transparan, akurat, dan humanis. Melalui survei ini, Kementerian Agama berupaya memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Di MTsN 29 Jakarta Timur, pelaksanaan survei melibatkan guru dan murid yang terpilih sebagai responden. Para responden diminta mengisi instrumen survei melalui akun yang disediakan pada platform SAHABAT KBC sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Guru Matematika MTsN 29 Jakarta Timur, Nurafiya Umiyati, S.Pd., yang turut mengikuti survei tersebut, menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pengingat penting bagi pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan pembentukan karakter murid. “Menurut saya, Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa proses pembelajaran bukan hanya tentang menyampaikan materi dan mencapai nilai akademik, tetapi juga tentang membangun hubungan yang positif antara guru dan murid. Dengan mengedepankan empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai, diharapkan murid dapat belajar dengan lebih nyaman dan mengembangkan karakter yang baik,” ungkap Nurafiya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 29 Jakarta Timur, Siti Humaeroh, S.Ag., menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian penting dalam memperoleh gambaran mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. “Melalui survei nasional ini, kita dapat melihat sejauh mana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta telah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan di madrasah. Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang humanis, membangun karakter, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian,” tutur Siti Humaero.
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar mengajar, penguatan karakter, hingga budaya madrasah sehari-hari.
Pelaksanaan survei ini bukan untuk menentukan benar atau salah, melainkan untuk memperoleh data empiris mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Oleh karena itu, para responden diharapkan mengisi survei secara jujur dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Melalui partisipasi dalam Survei Nasional Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta 2026, MTsN 29 Jakarta Timur berkomitmen mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berkarakter, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai cinta.
