Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta Timur) – Sebanyak lima murid perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTsN 29 Jakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan, serta langkah-langkah pencegahan dan upaya membangun budaya saling menghormati.
Lima murid perwakilan OSIS MTsN 29 Jakarta mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi dari para narasumber, tetapi juga berkesempatan untuk berdiskusi dan memahami peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan mendukung perlindungan terhadap sesama.
Pembina OSIS MTsN 29 Jakarta, Drs. Imannudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para murid untuk memahami bagaimana mencegah dan menyikapi kekerasan di lingkungan sekitar. “Kami berharap para siswa yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkan dan menyampaikan kembali nilai-nilai yang diperoleh kepada teman-temannya. Kesadaran untuk saling menghormati, menjaga, dan melindungi harus terus ditanamkan sejak dini,” ujar Drs. Imannudin.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Achmad Darminto, S.Pd. Menurutnya, keterlibatan OSIS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sosial. “OSIS memiliki peran strategis dalam membangun budaya positif di madrasah. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin siswa memiliki keberanian untuk mencegah kekerasan, peduli terhadap sesama, dan tidak tinggal diam ketika melihat tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan OSIS MTsN 29 Jakarta, Akbar, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting karena memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai berbagai bentuk kekerasan serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. “Menurut saya, kegiatan ini penting karena kita jadi lebih tahu bentuk-bentuk kekerasan dan bagaimana cara mencegahnya. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih paham bahwa kita sebagai pelajar juga punya peran untuk menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai,” tutur Akbar.
Keikutsertaan perwakilan OSIS dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para murid untuk turut menyebarluaskan nilai-nilai positif di lingkungan madrasah. Sebagai organisasi siswa, OSIS memiliki peran penting dalam menjadi teladan serta mengajak seluruh warga madrasah untuk membangun budaya yang menjunjung tinggi rasa hormat, kesetaraan, kepedulian, dan perlindungan terhadap sesama.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen MTsN 29 Jakarta dalam mewujudkan madrasah yang ramah anak, aman, dan bebas dari kekerasan serta perundungan (bullying). Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi tersebut, MTsN 29 Jakarta terus mendorong para murid untuk menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial, berani mencegah kekerasan, serta mampu menciptakan lingkungan yang saling menghargai dan melindungi.
