Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta) – Dalam rangka mendukung program Madrasah Adiwiyata Nasional, Kepala MTsN 29 Jakarta, Dr. Syamsudin, M.Pd., meninjau secara langsung kegiatan pencacahan daun kering yang dilaksanakan di Rumah Kompos MTsN 29 Jakarta, Senin pagi.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan Tim Adiwiyata, guru mata pelajaran IPA, serta siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Pramuka. Daun-daun kering yang dikumpulkan dari lingkungan madrasah dicacah menggunakan mesin pencacah organik sebagai bahan utama pembuatan kompos.

Setelah melalui proses pencacahan, daun kering dicampur dengan bahan pendukung seperti EM4 dan sekam untuk selanjutnya difermentasi hingga menjadi pupuk kompos yang siap digunakan. Program ini menjadi salah satu bentuk pengelolaan sampah organik berbasis edukasi lingkungan di lingkungan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syamsudin, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga madrasah yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah organik.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang pengelolaan lingkungan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Sampah daun yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi kompos yang berguna untuk penghijauan madrasah. Hal ini sejalan dengan semangat Zona Integritas dan budaya peduli lingkungan,” ujarnya.

Selain meninjau proses kegiatan, Kepala Madrasah juga turut mencoba mengoperasikan mesin pencacah daun serta berdialog dengan para siswa mengenai tahapan pembuatan kompos. Beliau berharap hasil kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penanaman 1000 pohon di lingkungan MTsN 29 Jakarta serta dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial madrasah.

Kegiatan pencacahan daun ini merupakan agenda rutin Tim Adiwiyata MTsN 29 Jakarta yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. Program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan MTsN 29 Jakarta sebagai Madrasah Adiwiyata Nasional serta membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =